28 September 2026
Urutan anggaran pernikahan yang masuk akal
Mana yang dikunci lebih dulu, mana yang boleh menunggu, dan kenapa venue menentukan setengah anggaran Anda.
Anggaran pernikahan jarang jebol karena satu pengeluaran besar. Ia jebol karena urutan pengeluarannya salah: hal yang mahal dikunci belakangan, setelah uangnya terpakai untuk hal yang mudah diubah.
Kunci yang tidak bisa diubah dulu
Venue dan tanggal adalah dua keputusan yang mengunci sisanya. Begitu keduanya tetap, jumlah tamu ikut tetap, dan jumlah tamu menentukan katering, dekorasi, kursi, suvenir, dan undangan.
Karena itu venue bukan pos anggaran biasa. Ia menentukan ukuran pos-pos lain.
Urutan yang kami pakai
- Venue dan tanggal. Survei, cek jam sewa, cek daya listrik, cek akses bongkar muat.
- Katering dan jumlah tamu. Biasanya pos terbesar. Harga per pax menentukan sisa anggaran.
- Dekorasi dan tata panggung. Ditentukan oleh venue: langit-langit tinggi, ruang terbuka, atau tenda.
- Dokumentasi. Foto dan video. Pesan lebih awal, pilihan tanggal bagus cepat habis.
- Busana dan rias. Butuh waktu fitting, jadi jangan ditaruh di akhir.
- Hiburan, suvenir, undangan. Paling mudah disesuaikan kalau anggaran menyempit.
Sisakan satu pos yang tidak dinamai
Sisakan sekitar sepuluh persen dari total tanpa nama. Pos ini akan terpakai, dan kalau tidak disiapkan, ia akan mengambil dari pos yang sudah dikunci.
Yang biasanya masuk ke situ: biaya tambahan jam sewa, listrik, kebersihan, uang lembur vendor, dan transportasi tim.
Tiga hal yang boleh ditawar
- Jumlah tamu. Mengurangi seratus tamu mengubah banyak pos sekaligus.
- Hari. Jumat dan Minggu sering lebih murah dari Sabtu.
- Dekorasi berpindah. Bunga yang sama bisa dipakai di akad lalu dipindah ke resepsi.
Tiga hal yang sebaiknya jangan
- Mengurangi jumlah kru. Kekurangan orang di hari H terlihat di semua foto.
- Memilih vendor hanya dari harga termurah. Selisihnya biasanya dibayar dengan waktu Anda.
- Menunda dokumentasi. Ini satu-satunya pos yang tidak bisa diulang.
Kalau anggaran masih terasa berat
Kurangi jumlah acara, bukan kualitas acaranya. Satu acara yang dijalankan rapi lebih baik daripada dua acara yang keduanya setengah siap.