14 September 2026
Memilih venue di Jakarta: yang sering terlewat
Daya listrik, akses bongkar muat, jam sewa, dan parkir. Empat hal yang jarang ditanyakan saat survei pertama.
Saat survei venue, hampir semua orang melihat hal yang sama: ruangannya, lampunya, panggungnya. Empat hal di bawah ini jarang ditanyakan, dan justru paling sering menimbulkan biaya tambahan.
Daya listrik
Tanyakan berapa kapasitas daya yang tersedia dan apakah sudah termasuk atau dihitung terpisah. Dekorasi dengan lampu banyak, pendingin ruangan tambahan, dan hiburan dengan sound system besar semuanya menambah beban.
Kalau kapasitasnya kurang, genset tambahan harus disewa, dan itu bukan angka kecil.
Jam sewa, bukan jam acara
Kontrak biasanya menyebut jam sewa, bukan jam acara. Selisihnya adalah waktu untuk bongkar muat, dekorasi, dan pembongkaran. Tanyakan tiga hal:
- Jam berapa kunci diberikan
- Jam berapa dekorasi boleh masuk
- Jam berapa semua harus sudah keluar
Kalau dekorasi butuh enam jam dan kunci baru diberikan pukul 06.00 untuk acara pukul 11.00, Anda kehabisan waktu sebelum mulai.
Akses bongkar muat
Gedung di tengah kota sering punya aturan ketat: lift khusus barang, jam operasional lift, atau larangan membawa barang lewat lobi. Tanyakan jalur mana yang boleh dipakai dan berapa lama lift barang bisa dipinjam.
Parkir dan arus tamu
Hitung ulang: berapa mobil tamu, berapa motor, berapa bus untuk keluarga besar. Venue dengan parkir terbatas akan membuat tamu berputar di jalan, dan itu memakan waktu resepsi.
Tanyakan juga titik turun tamu. Kalau tamu turun di seberang jalan besar, Anda butuh petugas tambahan.
Satu pertanyaan penutup
Sebelum tanda tangan, minta daftar biaya tambahan yang mungkin muncul: listrik, kebersihan, keamanan, uang jaminan, dan denda keterlambatan. Vendor yang terbuka soal ini biasanya lebih tenang di hari H.